M5 Materi social network analysis
Materi M5
Studi Empiris Jaringan (SNA)
Pada pertemuan kali ini, topik yang dibahas adalah Studi Empiris Jaringan, yaitu pendekatan yang digunakan untuk memahami bagaimana hubungan antarindividu atau antarentitas dapat direpresentasikan dalam bentuk jaringan. Secara sederhana, jaringan terdiri dari node (titik) yang menggambarkan individu atau objek, dan edge (garis penghubung) yang memperlihatkan relasi di antara keduanya.
Ragam Jenis Jaringan
Jaringan tidak hanya terbatas pada konteks sosial, melainkan juga mencakup berbagai bentuk lain, di antaranya:
-
Jaringan fisik, seperti jaringan transportasi, listrik, dan internet.
-
Jaringan non-fisik, misalnya sistem distribusi informasi.
-
Jaringan sosial, yang memperlihatkan hubungan antarindividu berdasarkan interaksi sosial mereka.
Dalam jaringan sosial, setiap individu memiliki tingkat keterhubungan tertentu. Terdapat istilah in-degree, yaitu jumlah orang yang menganggap kita sebagai teman, serta out-degree, yakni jumlah orang yang kita anggap sebagai teman.
Representasi Jaringan
Hubungan dalam jaringan sosial dapat divisualisasikan melalui dua bentuk utama:
-
Edge list, yaitu daftar pasangan titik yang saling berhubungan (contohnya: Amel–Beni, Beni–Cika).
-
Adjacency matrix, berupa tabel yang menampilkan keterhubungan antarindividu dengan angka “1” untuk yang terhubung dan “0” untuk yang tidak.
Selain itu, jaringan juga dikategorikan berdasarkan arah dan intensitas hubungan:
-
Tanpa arah, di mana hubungan bersifat dua arah dan seimbang.
-
Berarah, yang menunjukkan arah komunikasi atau interaksi.
-
Berbobot, yaitu setiap hubungan memiliki nilai tertentu yang menggambarkan tingkat kekuatannya (misalnya, semakin sering berinteraksi maka bobotnya semakin besar).
Model Jejaring Sosial
Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada beberapa model yang menjelaskan bagaimana jaringan sosial terbentuk, antara lain:
-
Model Erdos–Renyi, menggambarkan jaringan acak di mana koneksi antar-node muncul secara kebetulan.
-
Model Watts–Strogatz, menjelaskan konsep small world, yakni kebanyakan orang dapat saling terhubung hanya melalui beberapa langkah perantara.
-
Model Barabasi–Albert, memperlihatkan jaringan scale-free yang memiliki “hub” atau simpul pusat dengan jumlah koneksi jauh lebih banyak—sering digunakan untuk memahami pola keterhubungan di media sosial modern.
Meskipun awalnya konsep jaringan tampak rumit, lama-kelamaan menjadi menarik karena pola hubungan sederhana ternyata mampu mengungkap banyak hal tentang dinamika sosial manusia. Melalui Social Network Analysis (SNA), kita dapat mempelajari bagaimana hubungan terbentuk, siapa yang memiliki pengaruh besar, serta bagaimana informasi menyebar di suatu kelompok masyarakat.Dari sekumpulan titik dan garis, tersusun kisah besar tentang bagaimana manusia saling berinteraksi dan terhubung dalam kehidupan sosialnya.

Komentar
Posting Komentar